CAHAYA NEGERI YANG MEMUDAR

Seakan malam namun masih pagi,
dibilang pagi entah kemana matahari?
Mendung bukan, hujan tak kunjung datang,
kemelut mengitari Negeri ini.

Yang buta pintar membidik,
yang bisu jago pidato,
yang pincang berlari kencang,
keajaiban milik para pendusta.

Suara lantang paksakan kebenaran,
kebenaran milik mereka yang lantang.
Rakyat dipaksa diam,
dengarkan dongen pemimpin setiap malam.

Kemana...?
Dimana...?
Cahaya itu...
YANG MEMBAWA KITA
dari KESENGSARAAN
menuju kebahagiaan yang
HAKIKI

Masihkah ada,
ataukah tiada
antara ada dan tiada
cahaya itu pun memudar.






Komentar